+62 (0717) 422145

Pilih Bahasa

  • Bahasa Indonesia
  • English
  • Japan
  • China
  • Arab
  • Rusia
  • Español
  • Français
  • Korea
  • German
  • Netherland
  • Swedia
  • Urdu
  • Hindi
  • Swali
  • South Africa
  • Hausa
  • Zulu
Link Penting UBB

UBB On The Road

Universitas Bangka Belitung On The Road
14 Agustus 2024 | 19:57:12 WIB


Mahasiswa UBB Manfaatkan Lahan Pasca Tambang Timah untuk Budidaya Indigofera Guna Mendukung Swasembada Pangan


UBB-- Tim Riset Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Program Studi Agroteknologi, Universitas Bangka Belitung (UBB), telah berhasil melakukan penelitian inovatif yang berfokus pada pemanfaatan lahan pasca tambang timah untuk budidaya tanaman Indigofera. Penelitian ini merupakan salah satu langkah penting dalam upaya reklamasi lahan yang bertempat di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Desa Dwi Makmur, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Lahan pasca tambang timah umumnya menghadapi tantangan besar terkait kesuburan tanah, yang memerlukan penanganan khusus agar bisa dimanfaatkan kembali untuk pertanian. Dalam penelitian ini, tim riset yang terdiri dari Yuliana sebagai ketua, serta Feby Wulandari dan Mifta Amalliah sebagai anggota, memanfaatkan limbah kulit ubi kayu dari pabrik PT BAA Kenanga, Kabupaten Bangka, sebagai bahan ameliorant. Ameliorant ini berfungsi sebagai pembenah tanah yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman Indigofera.

Pengambilan limbah ubi kayu di PT BAA kenangan dan penyemaian benih Indigofera dengan media soil blok dari limbah ubi kayu


Tanaman Indigofera dipilih karena sifat adaptifnya yang mampu tumbuh di lahan kering serta nilai nutrisinya yang tinggi sebagai hijauan pakan ternak. Selain itu, Indigofera juga berperan sebagai tanaman pelindung tanah, menjadikannya sangat cocok untuk ditanam di lahan pasca tambang yang umumnya mengalami degradasi. Penanaman dilakukan dengan menggunakan beberapa spesies Indigofera, termasuk Indigofera spicata, Indigofera astragalina, Indigofera tinctoria, Indigofera natalensis, dan Indigofera australis, yang dapat diperbanyak melalui biji maupun stek, tergantung spesiesnya.

Dr. Tri Lestari, SP., M.Si., dosen fasilitator yang membimbing tim riset ini, menyatakan bahwa penelitian ini memiliki potensi besar dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Pulau Bangka. "Pemanfaatan lahan pasca tambang timah untuk budidaya tanaman yang adaptif seperti Indigofera tidak hanya membantu reklamasi lahan, tetapi juga mendukung upaya swasembada pangan. Ini adalah salah satu bentuk kontribusi nyata kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pertanian," ujar Dr. Tri Lestari pada Senin (12/8/24).

Penanaman Indigofera di lahan pasca tambang timah Air Jangkang Desa Dwi Makmur Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka


Aktivitas penambangan timah yang telah berlangsung lama di Pulau Bangka memang telah mengakibatkan semakin sempitnya lahan pertanian yang tersedia. Oleh karena itu, upaya reklamasi lahan melalui budidaya tanaman Indigofera ini menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan. Tim riset MBKM UBB berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam melestarikan lingkungan di Pulau Bangka sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan melalui penerapan pertanian yang berkelanjutan.

Dengan semangat "Salam Lestari," tim riset ini berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan penelitian yang bermanfaat bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. (Tim MBKM)

UBB On The Road

Berita UBB

UBB Perspectives