+62 (0717) 422145

Pilih Bahasa

  • Bahasa Indonesia
  • English
  • Japan
  • China
  • Arab
  • Rusia
  • Español
  • Français
  • Korea
  • German
  • Netherland
  • Swedia
  • Urdu
  • Hindi
  • Swali
  • South Africa
  • Hausa
  • Zulu
Link Penting UBB

UBB On The Road

Universitas Bangka Belitung On The Road
15 Agustus 2024 | 20:50:16 WIB


Melestarikan Ekosistem Mangrove Teluk Kelabat Melalui MBKM


UBB-- Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain mencegah abrasi pantai, mangrove juga berfungsi sebagai kawasan penyerapan karbon, habitat bagi berbagai flora dan fauna, serta penunjang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dalam upaya melestarikan ekosistem mangrove di wilayah Bangka Belitung, mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung (UBB) yang tergabung dalam program MBKM melakukan riset mengenai kondisi mangrove di Teluk Kelabat bagian Dalam. 

Tim riset tersebut terdiri dari Yiyi (207211001), Wahyudi (207211037), dan Ade Juwita (207211034), dengan dukungan pendanaan dari MBKM Universitas Bangka Belitung.

Hasil observasi awal menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Teluk Kelabat Dalam masih terjaga dengan baik. Pertumbuhan mangrove di wilayah ini tampak sehat dan lestari, didukung oleh aktivitas nelayan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan. Mangrove di kawasan ini terus dilindungi melalui berbagai upaya untuk menjaga keberlanjutannya sebagai penopang ekosistem pesisir, sumber penghasilan masyarakat, serta cadangan karbon alami.

Dalam survei awal, tim riset mengunjungi dua desa yang berbatasan langsung dengan kawasan pesisir, yakni Desa Pusuk dan Desa Pangkal Niur. Kedua desa ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam melestarikan hutan mangrove. Penduduk setempat terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan, pelestarian ekosistem pantai, hingga pengembangan objek wisata berbasis mangrove. Selain itu, masyarakat juga secara konsisten menjaga kawasan tersebut dari ancaman tambang ilegal, yang dapat merusak ekosistem pesisir.

“Wilayah pesisir dan laut memang terbuka untuk dimanfaatkan masyarakat luas. Namun, kita memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ekosistem mangrove dari dampak buruk aktivitas manusia. Kelestarian ini harus diwujudkan demi keberlanjutan generasi sekarang dan masa mendatang,” ungkap salah satu anggota tim riset pada Selasa (13/8/24).

Riset ini juga menyoroti manfaat lain yang dapat dirasakan masyarakat sekitar, seperti daerah tangkapan nelayan yang lebih baik, pengembangan objek wisata, serta kesempatan untuk menjadi lokasi riset dan pengabdian masyarakat bagi akademisi di masa depan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Universitas Bangka Belitung, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), atas dukungan penuh dalam pendanaan MBKM ini. Kami berharap hasil riset ini dapat menjadi kontribusi kecil dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove di Bangka Belitung, khususnya di Teluk Kelabat bagian Dalam,” tutup tim riset tersebut.

Upaya pelestarian ekosistem mangrove bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana keberlanjutannya dapat mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus melestarikan kekayaan alam untuk generasi mendatang.

UBB On The Road

Berita UBB

UBB Perspectives