Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
30 Oktober 2026 | 12:24:46 WIB
JPIK UBB Sukses Selenggarakan Blue Lives International Photo Competition, Libatkan Juri dari Tiga Negara
Bangka, UBB – Jurusan Perikanan dan Kelautan (JPIK), Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK), Universitas Bangka Belitung (UBB), sukses menyelenggarakan Blue Lives International Photo Competition pada 1–26 Oktober 2026. Kompetisi fotografi berskala internasional ini mengusung tema “One Photo. One Story. One Blue World.” sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan cerita dan perspektif mengenai kehidupan laut, perikanan, masyarakat pesisir, serta keberlanjutan lingkungan perairan melalui karya fotografi.
Kompetisi yang dilaksanakan secara daring ini berhasil menghimpun 44 karya fotografi dari peserta yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Para peserta berasal dari 17 perguruan tinggi, menunjukkan antusiasme mahasiswa lintas institusi dan negara dalam mengangkat berbagai isu kelautan, perikanan, dan lingkungan melalui media visual.
Adapun perguruan tinggi yang berpartisipasi meliputi Universitas Borneo Tarakan, Universitas Kristen Indonesia, Universiti Malaya, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Cenderawasih , Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Diponegoro , Universitas Bangka Belitung, Universitas Antakusuma, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Lampung, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Pekalongan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, serta Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran.
Ketua Panitia, Mohammad Oka Arizona, M.Sc., yang juga merupakan dosen Ilmu Kelautan Jurusan Perikanan dan Kelautan FPPK UBB, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan pesisir dan laut, termasuk sektor perikanan dan akuakultur. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan beragam cerita dan perspektif dari berbagai negara mengenai kehidupan laut melalui karya fotografi.
“Melalui kompetisi ini, kami dari Jurusan Perikanan dan Kelautan ingin meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan laut, serta sektor perikanan dan akuakultur. Kami juga ingin melihat beragam cerita dan perspektif dari berbagai negara tentang kehidupan laut yang disampaikan melalui fotografi,” ujar Oka.
Dalam pelaksanaannya, kompetisi ini menghadirkan lima subtema, yaitu Marine and Aquatic Biodiversity, Fishery and Aquaculture, Coastal Communities and Culture, Aquatic Conservation and Sustainability, serta Ocean and Environmental Challenges. Kelima subtema tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi berbagai cerita, mulai dari keanekaragaman hayati perairan, aktivitas perikanan dan akuakultur, kehidupan sosial budaya masyarakat pesisir, hingga tantangan dan upaya pelestarian lingkungan perairan.
Kompetisi berlangsung pada 1–26 Oktober 2026, meliputi tahapan pendaftaran dan pengumpulan karya. Setelah melalui proses verifikasi, panitia menerima sebanyak 44 karya fotografi untuk selanjutnya mengikuti proses penilaian pada 20–21 Oktober 2026.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, kompetisi ini melibatkan tiga juri yang berasal dari tiga institusi berbeda, yakni University of Malaya, Malaysia; Newcastle University, United Kingdom; dan Universitas Bangka Belitung, Indonesia. Keterlibatan juri dari ketiga institusi tersebut menghadirkan perspektif lintas negara dalam menilai karya peserta.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, meliputi kualitas visual, kreativitas, kekuatan cerita yang disampaikan, serta kesesuaian karya dengan tema dan subtema kompetisi. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, panitia menetapkan tiga pemenang utama dan tiga penerima penghargaan Honorable Mention. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada 26 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.
Adapun para pemenang Blue Lives International Photo Competition adalah sebagai berikut:

Juara 1
Rahmaningtyas Putri Wasisa – Surabaya State University
Judul karya: “The Journey of Hatchlings Toward the Ocean”

Juara 2
Lingai Bayuk – University of Borneo Tarakan
Judul karya: “Joy at the Waterfront”

Juara 3
Rikardo Marbun – Universitas Maritim Raja Ali Haji
Judul karya: “Restoring Hope Beneath the Blue”

Honorable Mention 1
Natiqoh Khafi Kelana – University of Bangka Belitung
Judul karya: “When the Sea Ends, Togetherness Begins”

Honorable Mention 2
Syed Mohammad Aqil bin Syed Mohd Redza – University of Malaya
Judul karya: “Playful Moments at Dusk”

Honorable Mention 3
Ilham Febrian – University of Bangka Belitung
Judul karya: “A World Within a World”
Penyelenggaraan kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk memperluas wawasan mengenai isu kelautan dan perikanan. Melalui fotografi, peserta didorong untuk melihat laut tidak hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai ruang kehidupan yang memiliki keterkaitan erat dengan keanekaragaman hayati, budaya, mata pencaharian, dan keberlanjutan masa depan manusia.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, panitia merencanakan penyelesaian administrasi dan pemberian penghargaan kepada para pemenang, pendistribusian sertifikat kepada peserta, serta dokumentasi dan publikasi karya-karya terpilih melalui kanal komunikasi resmi fakultas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan guna memperluas jejaring internasional, meningkatkan partisipasi mahasiswa lintas negara, serta memperkuat edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan laut melalui pendekatan kreatif.
Melalui Blue Lives International Photo Competition, JPIK UBB menunjukkan komitmennya dalam mendorong generasi muda untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran terhadap keberlanjutan ekosistem perairan. Sejalan dengan semangat “One Photo. One Story. One Blue World.”, setiap foto memiliki cerita untuk dibagikan dan setiap cerita dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan dunia biru. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM