Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
29 Oktober 2026 | 17:29:58 WIB


Diikuti 270 Tim dari 27 Negara International Student Competition 2026 Umumkan Para Pemenang


Bangka, UBB — Sebanyak 24 penghargaan diberikan kepada peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri pada babak final International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (29/10/2026). Kompetisi yang diikuti 270 tim dari 27 negara tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan inovasi dan gagasan dalam menjawab berbagai tantangan global.

Mengusung tema Youth-Led Resilience Turning Crisis into Creative, Inclusive Innovation, ISC 2026 mempertandingkan empat kategori, yakni Esai (Essay), Karya Tulis Ilmiah (Scientific Research Paper), Rencana Bisnis (Business Plan), dan Rancang Alat (Tool Design). Babak final berlangsung secara daring melalui Zoom dengan menghadirkan 40 tim terbaik yang lolos dari tahap seleksi awal.

Partisipasi peserta tahun ini mencakup berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah, Afrika, hingga Australia. Dari 270 tim pendaftar, sebanyak 146 tim mengikuti kategori Esai, 63 tim Karya Tulis Ilmiah, 28 tim Rencana Bisnis, dan 33 tim Rancang Alat. Melalui proses seleksi, dewan juri menetapkan 10 tim terbaik dari setiap kategori untuk melaju ke babak final.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia ISC 2026, Dr. Ir. Firlya Rosa, S.S.T., M.T., dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Prof. Dr. Devi Valeriani, M.Si., yang mewakili Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si.

Dalam laporannya, Firlya menjelaskan bahwa ISC merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan sejak 2024 sebagai wadah bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk berkompetisi, bertukar gagasan, dan membangun jejaring kolaborasi internasional.“Krisis, baik iklim, ekonomi, kesehatan, maupun sosial, bukan hanya ancaman. Krisis juga dapat menjadi pijakan bagi solusi yang kreatif dalam pendekatan dan inklusif dalam dampaknya, termasuk bagi kelompok yang paling rentan,” ujar Firlya.

Menurutnya, kualitas karya yang dikirimkan peserta menunjukkan beragam pendekatan inovatif dalam menjawab persoalan global. Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi dewan juri dalam menentukan karya terbaik dari setiap kategori.

Pada babak final, peserta mempresentasikan karya melalui ruang virtual sesuai kategori perlombaan. Setiap finalis memperoleh waktu 20 menit, terdiri atas 10 menit presentasi dan 10 menit tanya jawab bersama tiga orang juri.

Penentuan pemenang didasarkan pada gabungan hasil evaluasi dokumen (desk evaluation) dengan bobot 40 persen dan presentasi final sebesar 60 persen. Penilaian tersebut menjadi dasar penetapan enam peringkat terbaik pada masing-masing kategori.

Peserta dari Berbagai Negara Raih Penghargaan Setelah melalui proses penilaian, panitia mengumumkan para pemenang dari empat kategori kompetisi yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional.

Pada kategori Esai (Essay), juara pertama diraih Elysabet Novianti Wulan Martono dari Politeknik Negeri Bali. Posisi kedua ditempati Fasya Dwinovieta Sari dan Erika Hotnauli Silitonga dari Universitas Bangka Belitung, sedangkan juara ketiga diraih Vivian Muzayyadah dari Universitas Jember. Peringkat keempat hingga keenam masing-masing diraih Mona Novella dari Universitas Bangka Belitung; tim Ikbar Kamulian, Achmad Rohman Rohim, dan Shafira Ananda Wijaya dari Universitas Bangka Belitung; serta Cristian Derlim dari Universitas Bangka Belitung.

Kategori Rancang Alat (Tool Design) menempatkan Zafirah Ali dari Kennesaw State University, Amerika Serikat, sebagai juara pertama, diikuti S Niharika dari MIT Institute of Design, India, pada posisi kedua dan Lin Bo Zhang dari National Taipei University of Technology, Taiwan, sebagai juara ketiga. Adapun peringkat keempat hingga keenam diraih M. Hamka Martua S. dari Politeknik Negeri Padang, Dziyab Mahasin dari Universitas Bangka Belitung, dan Dimaz Rasyid Fadilah dari Politeknik Negeri Bandung.

Pada kategori Rencana Bisnis (Business Plan), Zikrullah Faizan dari Albukhary International University, Kedah, berhasil meraih juara pertama. Peringkat kedua diraih Edwardo Axell Wirawan dari Universitas Prasetiya Mulya, sementara Siti Rahmadani dari Universitas Bangka Belitung menempati posisi ketiga. Posisi keempat hingga keenam masing-masing ditempati Najla Shafira Aulia dari Universitas Prasetiya Mulya, Md. Mehidi Hasan dari Telkom University, dan Azmi Abid Izzati dari Tazkia University.

Sementara itu, kategori Karya Tulis Ilmiah (Scientific Research Paper) dimenangi Polina Blanar-Dubinina dari Mykolaiv National Agrarian University. Peringkat kedua diraih Nabil Aditia Putra dari Universitas Serambi Mekkah, disusul Muhammad Raihan Firdaus dari Institut Teknologi Garut pada posisi ketiga. Peringkat keempat hingga keenam masing-masing diraih Firdaus dari Institut Teknologi Bandung, Bily Steven Nathanael dari Universitas Bangka Belitung, dan Risma Azizatur Rofiqoh dari Politeknik Negeri Jember.

Seluruh pemenang peringkat pertama hingga keenam pada setiap kategori memperoleh penghargaan berupa sertifikat elektronik dan hadiah uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas karya dan inovasi yang dipresentasikan.

Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Mahasiswa Lintas Negara Ketua Panitia ISC 2026, Firlya Rosa, menyampaikan apresiasi kepada para peserta, dewan juri, pimpinan universitas, panitia, dan relawan yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut. Ia berharap ISC dapat terus menjadi ruang pertemuan mahasiswa lintas negara untuk mengembangkan ide, memperluas wawasan, serta membangun hubungan akademik yang berkelanjutan.

“Hari ini bukan hanya soal meraih gelar, melainkan menampilkan gagasan terobosan di panggung internasional dan meninggalkan dampak yang bertahan,” tuturnya.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, ISC menjadi salah satu wadah pertukaran gagasan dan pengembangan kreativitas mahasiswa di tingkat internasional. Melalui kompetisi ini, karya yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata.

Informasi lebih lanjut mengenai ISC 2026 dapat diakses melalui laman www.isc.ubb.ac.id atau surel isc@ubb.ac.id. (Humas UBB)
 



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z