Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
28 Oktober 2026 | 14:59:31 WIB
UBB Language Competition 2026 Perluas Kategori Lomba, Libatkan Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi

Bangka, UBB — Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, UBB Language Competition 2026 memperluas kategori perlombaan dari dua menjadi empat dengan melibatkan sekitar 80 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Bangka Belitung hingga luar provinsi. Kompetisi yang digelar Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa, kreativitas, serta keterampilan komunikasi.
Dua kategori, yakni Speech Contest dan Grammar Challenge, berlangsung secara luring pada Selasa (27/10/2026) di Kampus UBB. Speech Contest diselenggarakan di Balai Cendekia, Gedung Gala, sedangkan Grammar Challenge berlangsung di Ruang Kursus UPA Bahasa UBB. Sementara itu, kategori Essay Writing dan Digital Story Telling dilaksanakan secara daring melalui pengumpulan karya peserta.
Kepala UPA Bahasa UBB sekaligus Ketua Tim Pelaksana, Dini Wulansari, S.S., M.A., mengatakan penambahan kategori menjadi salah satu perkembangan kompetisi yang pertama kali diselenggarakan pada 2025 tersebut.
“Kami mengawali UBB Language Competition ini pada 2025 dengan dua kategori lomba. Pada 2026, kami menyelenggarakannya kembali dengan empat kategori lomba,” ungkap Dini.

Pada kategori Speech Contest, peserta mengikuti babak penyisihan melalui pengiriman video pidato berbahasa Inggris. Sebanyak sembilan peserta kemudian terpilih untuk tampil pada babak final secara langsung. Adapun Grammar Challenge dilaksanakan secara luring untuk menguji penguasaan tata bahasa peserta.
Sementara itu, Essay Writing menjadi ruang pengembangan gagasan melalui karya tulis berbahasa Inggris. Kategori Digital Story Telling memberikan kesempatan kepada peserta membuat video bercerita nonanimasi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, baik secara individu maupun kelompok dengan maksimal tiga anggota.
Hingga 27 Oktober 2026, peserta yang terdata mencapai sekitar 80 orang dan masih berpotensi bertambah karena pengumpulan karya Digital Story Telling berlangsung hingga 5 November 2026. Pengumuman pemenang Essay Writing dan Digital Story Telling dijadwalkan bersamaan pada 9 November 2026.
Libatkan Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi
Kompetisi ini diikuti mahasiswa UBB serta sejumlah perguruan tinggi di Bangka Belitung, di antaranya ISB Atma Luhur, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Universitas Pertiba, Institut Citra Internasional, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, dan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.
Partisipasi juga datang dari luar provinsi, seperti Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Bengkulu.
Keterlibatan mahasiswa lintas perguruan tinggi tersebut membuka kesempatan untuk mengukur kemampuan, bertukar pengalaman, serta memperluas interaksi akademik melalui kompetisi kebahasaan.
Dini berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang menguji penguasaan bahasa Inggris, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar, tetapi juga bisa lebih berpikir kreatif, kemudian kemampuan berpikir kritis mereka bisa lebih ditingkatkan,” tuturnya.
Sejumlah Mahasiswa Raih Penghargaan
Pelaksanaan Speech Contest dan Grammar Challenge pada 27 Oktober 2026 menghasilkan sejumlah pemenang dari berbagai perguruan tinggi.

Pada kategori Speech Contest, juara pertama diraih Glen Candra dari UBB, disusul Bunga Kennada Arifina dari UBB sebagai juara kedua dan Dava Aditya dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung sebagai juara ketiga. Penghargaan harapan pertama, kedua, dan ketiga masing-masing diraih Saskia Puspita Sari, Revi Ardiansyah, dan Sindy Deviola yang seluruhnya berasal dari UBB.

Sementara itu, kategori Grammar Challenge dimenangkan Garlan Vallentino Ante dari UBB sebagai juara pertama, Carissa Regina dari UBB sebagai juara kedua, dan Indah Ramadini dari Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung sebagai juara ketiga.
Penghargaan harapan pertama diraih Rizka Layla R. dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, harapan kedua Assifha Putri H. dari Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, serta harapan ketiga Keyla Haruko M. O dari UBB.
Persiapan Singkat, Glen Candra Raih Juara Pertama Speech Contest
Salah satu cerita menarik datang dari Glen Candra, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UBB yang berhasil meraih juara pertama Speech Contest meskipun memiliki waktu persiapan relatif singkat.
Berawal dari ketertarikannya terhadap kegiatan berpidato dalam bahasa Inggris, Glen memanfaatkan kompetisi tersebut untuk mengembangkan kemampuan yang sejalan dengan bidang keilmuan yang ditekuninya.
Ia mengaku baru memperoleh informasi perlombaan menjelang batas akhir pengumpulan video babak penyisihan sehingga harus mempersiapkan materi dalam waktu terbatas.
“Saya menyiapkan videonya satu jam sebelum batas waktu pengumpulan. Untuk babak final sendiri, saya menyiapkan sekitar satu hari untuk membuat naskah baru,” ungkap Glen.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam kompetisi pidato bukan hanya keberanian berbicara di depan publik, tetapi juga kemampuan menyusun materi yang akurat, berkualitas, dan mudah dipahami pendengar.
“Tantangan terbesarnya adalah menulis teks pidato yang bagus dan dimengerti banyak orang. Sebagus apa pun penyampaian kita, kalau informasi yang disampaikan kurang akurat atau tidak dapat dipahami, maka pidato tersebut menjadi kurang bermakna,” jelasnya.
Meski sempat merasa gugup, Glen mengaku lega setelah menyelesaikan perlombaan dan berhasil meraih juara pertama. Prestasi tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus mempersiapkan diri mengikuti kompetisi pidato tingkat nasional yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.
Diarahkan Menjadi Kompetisi Tahunan
Seiring bertambahnya kategori perlombaan dan meluasnya partisipasi peserta, UPA Bahasa UBB berencana mengembangkan UBB Language Competition menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan secara berkelanjutan.
“UBB Language Competition ini akan kami coba jadikan sebagai kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh UPA Bahasa. Insyaallah, bisa setiap tahun kami selenggarakan,” ujar Dini.
Rencana penyelenggaraan kembali pada 2027 diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan kompetensi kebahasaan, mengasah kreativitas, dan membangun jejaring akademik melalui persaingan yang sehat. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM