Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
26 Oktober 2026 | 09:54:12 WIB
UBB Latih 40 Siswa SMK Selat Nasik Pantau Ekosistem Pesisir melalui Drone dan Selam

Selat Nasik, Belitung — Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pemantauan ekosistem pesisir melalui pemanfaatan drone dan keterampilan selam bagi siswa SMK Negeri 1 Selat Nasik, Kabupaten Belitung, pada 19–21 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 40 siswa yang terbagi dalam dua kelompok, masing-masing 20 peserta pelatihan drone dan 20 peserta pelatihan selam.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Siswa SMK Selat Nasik dalam Monitoring Ekosistem Pesisir melalui Pelatihan Selam dan Pemanfaatan Drone” tersebut diketuai oleh M. Rizza Muftiadi, dosen Manajemen Sumberdaya Perairan UBB sekaligus instruktur selam jenjang B2 CMAS-POSSI. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Geothani HP Batubara, dosen Ilmu Kelautan UBB, serta lima mahasiswa dari UBB Diving Club, Himasper, PDC, dan Flying Fish.
Pelatihan ini memadukan pembelajaran berbasis teknologi digital dengan praktik lapangan untuk memperkenalkan keterampilan yang relevan dengan pemantauan lingkungan pesisir. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi drone untuk pengamatan dari udara serta keterampilan dasar selam untuk mengenali lingkungan bawah air.
Ketua tim pengabdian, M. Rizza Muftiadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan keterampilan yang dapat mendukung pemahaman siswa terhadap kondisi ekosistem pesisir.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkenalkan kepada siswa pemanfaatan teknologi drone dan keterampilan dasar selam sebagai sarana untuk mengenali serta memantau kondisi ekosistem pesisir. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan dan keterampilan siswa, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut,” ujarnya.
Pembelajaran Drone dari Malaysia
Salah satu bagian dari kegiatan ini adalah pelatihan drone yang disampaikan oleh Dwi Rizka Zulkia, dosen UBB yang sedang menempuh studi lanjut di Malaysia. Materi diberikan secara daring melalui konferensi video Zoom, sehingga proses pembelajaran tetap dapat berlangsung meskipun pemateri berada di negara berbeda.

Sebanyak 20 siswa mengikuti pelatihan pengenalan pemanfaatan drone untuk pemetaan, dokumentasi visual, dan pemantauan wilayah pesisir. Teknologi ini berpotensi membantu pengamatan kawasan pesisir dari udara serta menyediakan dokumentasi visual sebagai informasi pendukung pengelolaan lingkungan.
Dwi Rizka Zulkia menyampaikan bahwa pengenalan teknologi drone dapat membuka wawasan siswa mengenai pemanfaatan teknologi untuk kepentingan lingkungan.
“Pemanfaatan drone dapat membantu siswa mengenal teknologi untuk dokumentasi dan pengamatan wilayah pesisir. Melalui pembelajaran ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk mengambil gambar, tetapi juga berpotensi mendukung pengumpulan informasi mengenai kondisi lingkungan,” ungkapnya.
Pembelajaran secara daring juga memperlihatkan bagaimana teknologi komunikasi dapat memperluas akses terhadap pengetahuan. Pengalaman akademik dosen yang sedang berada di luar negeri dapat dihubungkan dengan kebutuhan pendidikan vokasi di wilayah pesisir melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pelatihan Selam Langsung di Perairan Selat Nasik
Selain pelatihan drone, sebanyak 20 siswa mengikuti pelatihan selam yang dipandu oleh M. Rizza Muftiadi bersama Geothani HP Batubara. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di perairan laut dangkal Selat Nasik.

Pemilihan lokasi mempertimbangkan kondisi perairan yang relatif terlindung dengan gelombang dan arus yang tidak kuat. Metode pelatihan tersebut juga disesuaikan dengan keterbatasan fasilitas kolam renang di wilayah setempat.
Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada keterampilan dasar selam, penggunaan peralatan, prosedur keselamatan, serta pengenalan observasi bawah air. Pelaksanaan praktik didampingi instruktur dengan memperhatikan kondisi perairan dan keselamatan peserta.
Pengenalan keterampilan selam di lingkungan laut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi siswa. Selain mengenal peralatan dan prosedur dasar penyelaman, siswa juga diperkenalkan pada pentingnya observasi bawah air untuk memahami kondisi habitat laut.
Pengetahuan tersebut relevan bagi wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya kelautan, termasuk terumbu karang, padang lamun, dan perikanan pesisir. Pemantauan lingkungan laut membutuhkan keterampilan observasi yang sesuai dengan karakteristik habitat serta pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem.
Mengintegrasikan Teknologi dan Kepedulian terhadap Lingkungan
Pelatihan drone dan selam memperkenalkan dua pendekatan pengamatan lingkungan yang saling melengkapi. Drone dapat membantu dokumentasi kawasan pesisir dari udara, sedangkan observasi bawah air melalui kegiatan selam memberikan kesempatan untuk mengenali kondisi habitat laut secara langsung.

Melalui pengenalan kedua keterampilan tersebut, siswa diharapkan memahami pentingnya data, kemampuan teknis, dan pengetahuan ekosistem dalam mendukung pemantauan lingkungan pesisir. Apabila dikembangkan lebih lanjut, kedua pendekatan ini berpotensi mendukung kegiatan pengumpulan informasi lingkungan dari perspektif udara dan bawah air.
Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa dari UBB Diving Club, Himasper, PDC, dan Flying Fish. Para mahasiswa membantu mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan sekaligus memperoleh pengalaman dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan sekolah menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan pengetahuan di luar lingkungan kampus. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan kegiatan serupa yang mendukung pendidikan vokasi dan pengelolaan sumber daya pesisir.
Sekolah Harapkan Program Berkelanjutan
Kepala SMK Negeri 1 Selat Nasik, Tedi Hadiana, S.Si., M.Pd., berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan UBB dapat berlanjut sehingga siswa memperoleh kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kompetensi di bidang kelautan dan perikanan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan potensi wilayah pesisir. Kami juga berharap kerja sama dengan UBB dapat ditindaklanjuti melalui program yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh siswa dan sekolah,” tuturnya.

Pihak sekolah juga mengharapkan tindak lanjut berupa kerja sama formal dengan Jurusan Perikanan dan Kelautan atau Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan UBB melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan program pelatihan keterampilan, pendampingan siswa, pengenalan teknologi pemantauan lingkungan, serta edukasi konservasi ekosistem pesisir. Dengan program yang berkelanjutan, sekolah dan perguruan tinggi berpeluang memperkuat hubungan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan sektor kelautan dan perikanan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, UBB berupaya mendekatkan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada siswa sekolah menengah kejuruan di wilayah pesisir. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kompetensi generasi muda serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian sumber daya laut. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM