Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
21 September 2026 | 13:16:32 WIB


Akademisi UBB Bawa Perspektif Indonesia dalam Pengembangan Smart Fisheries Berkelanjutan di Forum Internasional China


GUANGXI, UBB --  19 September 2026 Akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr. Tri Lestari, memperkuat kiprah Indonesia dalam forum internasional Guangxi International Exchange Event on Smart Fisheries Innovation and Development di Nanning, Guangxi, China, 14–19 September 2026. Keterlibatan tersebut membuka peluang pengembangan kolaborasi riset dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, perikanan, dan kelautan dalam mendukung pembangunan smart fisheries yang berkelanjutan.

Dr. Tri Lestari, Associate Professor sekaligus mantan Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan UBB, menjadi bagian dari delegasi Indonesia bersama Ibu Dr. Henny Saptatia DN ketua  Departemen Kajian Stratejik Global dan Kewilayahan (KSGK), Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI). Delegasi Indonesia dipimpin oleh Dr. Henny Saptatia DN, Ketua Departemen KSGK SPPB UI sekaligus Ketua Advisory Board ASEAN-China Research Centre (ACRC)

Forum tersebut diselenggarakan oleh Department of Agriculture and Rural Affairs of Guangxi Zhuang Autonomous Region, dengan dukungan sejumlah institusi, antara lain Guangxi Aquatic Species Introduction and Breeding Centre, Guangxi Vocational University of Agriculture, dan China-ASEAN Agriculture Training Centre.

Pertemuan internasional ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai inovasi, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan perikanan dan akuakultur berkelanjutan. Forum juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang kerja sama antara Indonesia, China, ASEAN, dan mitra Asia lainnya.

Dalam forum tersebut, Dr. Henny Saptatia DN menyampaikan perspektif Indonesia mengenai pentingnya pengembangan perikanan dan akuakultur yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas manusia sebagai pelaku utama pembangunan sektor tersebut.

Menurutnya, bagi Indonesia, perikanan dan akuakultur memiliki dimensi strategis yang berkaitan dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pesisir, pertumbuhan ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan. Sebagai negara kepulauan dan maritim dengan lebih dari 17.000 pulau serta wilayah perairan yang luas, Indonesia memiliki kepentingan besar terhadap pengembangan sektor perikanan yang inovatif dan berkelanjutan.

Pengembangan smart fisheries, lanjutnya, tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan artifisial, big data, sensor, informasi satelit, digital traceability, maupun sistem akuakultur pintar. Pemanfaatan teknologi tersebut harus berjalan beriringan dengan kemampuan manusia untuk memahami, mengoperasikan, mengadaptasi, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

Salah satu gagasan yang diusulkan Indonesia dalam forum tersebut adalah “Smart Fisheries Human Capability Network”, yaitu jejaring yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, pusat pelatihan, sektor swasta, nelayan, dan pembudidaya ikan.

Jejaring ini diarahkan untuk mendorong pelatihan dan sertifikasi bersama, riset kolaboratif, living laboratories, pertukaran pengetahuan dan data, serta pemberdayaan generasi muda dan perempuan dalam ekonomi biru.

Keterlibatan Dr. Tri Lestari dalam forum tersebut menjadi bagian penting dalam mempertemukan perspektif kajian strategik dan global dengan keahlian di bidang pertanian, perikanan, dan kelautan. Pengalaman akademik dan keilmuannya turut membuka ruang bagi pengembangan agenda riset bersama yang relevan dengan kebutuhan pembangunan sektor perikanan dan kelautan di kawasan.

Bagi UBB, keikutsertaan akademisi dalam forum internasional tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat peluang kolaborasi lintas negara. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan tidak hanya dalam bidang riset, tetapi juga pendidikan, pelatihan, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Ke depan, kerja sama antara Indonesia, China, ASEAN, dan mitra Asia lainnya diharapkan dapat menghasilkan kolaborasi yang lebih konkret dalam mendukung pembangunan perikanan dan akuakultur yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Keterlibatan akademisi UBB dalam forum internasional ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam memperluas kontribusi keilmuan Indonesia di tingkat global, khususnya dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, ekonomi biru, transformasi teknologi, dan keberlanjutan sumber daya perikanan dan kelautan. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z