Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
13 Agustus 2026 | 16:21:31 WIB


Korem 045 Garuda Jaya Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Mahasiswa Baru UBB, Bekali Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045


BANGKA, UBB — Universitas Bangka Belitung (UBB) terus membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan, karakter, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan zaman melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Memasuki hari ketiga, Rabu (12/8/2026), kegiatan PKKMB berlangsung di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus Terpadu UBB, dengan mengusung semangat “Mewujudkan Generasi Tangguh, Unggul, dan Bermutu Menuju Indonesia Emas 2045.”

Pada hari ketiga tersebut, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan dari Kasiintel Korem ++045/Garuda Jaya, Kolonel Inf Teguh Widodo, S.Sos. Pembekalan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya wawasan kebangsaan, penguatan karakter, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman yang dapat memengaruhi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam pemaparannya, Kolonel Inf Teguh Widodo menegaskan pentingnya memahami kedudukan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, dasar negara, sekaligus ideologi bangsa Indonesia.

Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila menjadi pedoman bagi masyarakat dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Sementara sebagai ideologi bangsa, Pancasila menjadi nilai dan cita-cita bersama yang menjadi pedoman dalam menjaga persatuan serta menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman.

“Untuk mewujudkan generasi yang tangguh, unggul, dan bermutu menuju Indonesia Emas 2045, kita harus mengokohkan persatuan, memperkuat jiwa nasionalisme, serta memegang teguh nilai-nilai Pancasila,” ujar Kolonel Inf Teguh Widodo.

Ia menjelaskan, pemahaman terhadap Pancasila menjadi penting bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, agar memiliki landasan yang kuat dalam menyikapi berbagai perkembangan dan pengaruh yang muncul di lingkungan sekitar.

Salah satu bentuk ancaman yang perlu menjadi perhatian adalah ancaman ideologi. Ancaman tersebut antara lain dapat ditandai dengan menurunnya nilai-nilai kebangsaan, berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, munculnya aliran yang bermasalah, serta berkembangnya paham anarkis dan radikal.

Menurut Kolonel Inf Teguh Widodo, mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan memperkuat semangat kebangsaan. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki wawasan yang memadai agar mampu mengenali berbagai pengaruh yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain ancaman ideologi, perkembangan teknologi informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Saat ini, internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan menjadi ruang terbuka yang dapat diakses oleh berbagai kalangan.

Kolonel Inf Teguh Widodo menyampaikan bahwa 73,7 persen populasi warga negara Indonesia telah menggunakan internet. Kondisi tersebut memberikan berbagai manfaat dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi, tetapi di sisi lain juga diiringi dengan munculnya berbagai informasi yang tidak benar atau berita bohong (fake news) yang dapat disebarkan melalui berbagai platform media.

Keterbukaan ruang digital tersebut dapat menjadi sesuatu yang berbahaya apabila tidak diimbangi dengan budaya literasi yang memadai. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memilah, memeriksa, dan memahami informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Mahasiswa sebagai generasi yang dekat dengan perkembangan teknologi dituntut untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Sikap kritis diperlukan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, provokasi, maupun berbagai konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan.

Selain ancaman ideologi dan tantangan di ruang digital, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai ancaman teritorial, khususnya yang berkaitan dengan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ancaman tersebut antara lain berupa pelanggaran wilayah perbatasan, baik di wilayah perairan atau laut maupun udara.

Pemahaman terhadap berbagai bentuk ancaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk generasi muda.

Pembekalan tersebut sekaligus menegaskan bahwa ketangguhan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan kekuatan fisik, tetapi juga mencakup ketahanan mental, kedisiplinan, kemampuan berpikir kritis, kecakapan literasi digital, serta kemampuan mengambil sikap secara bertanggung jawab berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Sementara itu, menjadi generasi unggul dan bermutu perlu dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter, integritas, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang. Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan zaman sekaligus mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

Pembekalan dari Korem 045/Garuda Jaya menjadi bagian dari upaya UBB dalam menanamkan kesadaran kebangsaan kepada mahasiswa baru sejak awal perjalanan mereka di perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi insan akademis yang kompeten, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, kecakapan digital, semangat persatuan, serta kepedulian terhadap keutuhan NKRI.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, kompeten, berintegritas, dan memiliki daya saing. Generasi muda hari ini akan menjadi bagian penting dari kepemimpinan dan pembangunan Indonesia di masa mendatang.

Melalui PKKMB 2026, UBB berkomitmen menghadirkan proses pengenalan kehidupan kampus yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik, tetapi juga membangun karakter, wawasan kebangsaan, literasi digital, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dengan semangat “Bertumbuh dengan Ilmu, Berkarakter melalui Nilai, Berdampak bagi Bangsa,” mahasiswa baru UBB diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh menghadapi tantangan, unggul dalam kompetensi, bermutu dalam karakter, cerdas dalam menyikapi informasi, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara menuju Indonesia Emas 2045. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z