Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
13 Agustus 2026 | 16:20:16 WIB


Hari Kedua PKKMB UBB, Polda Babel Ingatkan Mahasiswa Baru tentang Ancaman Disintegrasi Bangsa


BANGKA, UBB — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bangka Belitung (UBB) Tahun 2026 memasuki hari kedua pada Selasa (11/8/2026). Bertempat di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus Terpadu UBB, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan melalui materi bertajuk “Ancaman Disintegrasi Bangsa” yang disampaikan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol. Dr. Rimsyahtono, S.I.K., M.M.

Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian PKKMB UBB untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai berbagai tantangan yang dapat memengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan akademik di perguruan tinggi, tetapi juga dibekali wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Dr. Rimsyahtono, S.I.K., M.M. menjelaskan bahwa disintegrasi bangsa merupakan kondisi ketika bangsa terpecah belah dan saling bermusuhan akibat perbedaan suku, agama, maupun pandangan politik. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat melemahkan persatuan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, ancaman terhadap keutuhan negara tidak selalu datang dari pihak luar. Konflik yang terjadi di antara masyarakat sendiri juga dapat menjadi ancaman serius apabila perbedaan tidak dikelola dengan baik.

“Negara bisa runtuh dari dalam bukan karena ancaman musuh luar, melainkan karena konflik antarsesama kita sendiri,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa bentuk perjuangan generasi saat ini telah mengalami perubahan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata atau bambu runcing melawan penjajah, maka tantangan generasi saat ini hadir dalam bentuk yang berbeda, termasuk penyebaran berita bohong (hoaks), provokasi yang mengandung isu SARA, serta ujaran kebencian di media sosial.

“Perjuangan kita saat ini bukan lagi mengangkat senjata atau bambu runcing melawan penjajah. Musuh terbesar kita hari ini adalah berita bohong, provokasi SARA, dan ujaran kebencian yang beredar di media sosial,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan membagikan informasi tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya dapat menimbulkan dampak serius. Informasi palsu yang tersebar di ruang digital berpotensi memicu kemarahan, kesalahpahaman, bahkan konflik dan perpecahan dalam kehidupan nyata.

Karena itu, mahasiswa diajak menjadi generasi yang cerdas dalam bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, serta membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum menerima maupun menyebarkan informasi. Sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.

Kombes Pol. Dr. Rimsyahtono juga mengajak mahasiswa baru untuk menunjukkan “mental baja”, tidak hanya melalui kedisiplinan dan ketangguhan dalam mengikuti rangkaian PKKMB, tetapi juga melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya terlihat gagah dan disiplin saat mengikuti kegiatan di lapangan. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan pertemanan, kampus, masyarakat, maupun media sosial.

Mahasiswa didorong untuk membangun kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar terhadap persatuan, di antaranya menyaring dan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, merangkul dan menghargai teman meskipun memiliki perbedaan pandangan maupun latar belakang, serta melawan ujaran kebencian melalui karya dan kontribusi nyata.

Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga persatuan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa memiliki posisi strategis untuk menciptakan lingkungan yang damai dan inklusif. Perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar menghargai dan memahami satu sama lain.

Pembekalan mengenai “Ancaman Disintegrasi Bangsa” tersebut sejalan dengan tema PKKMB UBB Tahun 2026, yakni “Bertumbuh, Berkarakter, Berdampak.” Melalui materi tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya tumbuh secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian untuk menjaga persatuan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Rangkaian PKKMB UBB Tahun 2026 menjadi momentum awal bagi 2.905 mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menjadi bagian dari sivitas akademika UBB yang berintegritas, berdaya saing, serta mampu menjadi generasi yang menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z