Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
13 Agustus 2026 | 16:18:49 WIB
Kejaksaan Tinggi Bekali Mahasiswa UBB dengan Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan Berintegritas
.jpg)
BANGKA, UBB — Rangkaian hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bangka Belitung (UBB) Tahun 2026 berlangsung pada Selasa (11/8/2026) di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus Terpadu UBB. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai manajemen dan kepemimpinan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang inovatif, kolaboratif, dan berintegritas.
Materi bertajuk “Manajemen dan Kepemimpinan (Penguatan Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan untuk Mahasiswa yang Inovatif, Kolaboratif, dan Berintegritas)” disampaikan oleh narasumber dari Kejaksaan Tinggi, Dr. (C) Belmento, S.H., M.H.
Dalam pemaparannya, Belmento menjelaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian. Beberapa di antaranya adalah kurangnya rasa percaya diri, kepemimpinan yang masih berorientasi pada jabatan, kurangnya integritas, sulit menerima kritik dan masukan, kurangnya kemampuan membangun kerja sama, serta kurangnya kemampuan beradaptasi.
“Permasalahan kepemimpinan mahasiswa antara lain kurangnya percaya diri, kepemimpinan yang masih berorientasi pada jabatan, kurangnya integritas, sulit menerima kritikan dan masukan, kurangnya kemampuan membangun kerja sama, dan kurangnya kemampuan beradaptasi,” ujar Belmento.
Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata tentang jabatan atau posisi yang dimiliki seseorang. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memberikan pengaruh positif, mengambil tanggung jawab, membangun kepercayaan, serta mampu menggerakkan diri dan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Karena itu, mahasiswa perlu mulai membangun kepercayaan diri dan keberanian untuk mengambil peran tanpa menjadikan jabatan sebagai tujuan utama. Kepemimpinan seharusnya ditunjukkan melalui tindakan, keteladanan, tanggung jawab, serta kemampuan memberikan kontribusi bagi lingkungan.
Belmento juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan masukan. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kemauan untuk belajar dari berbagai perspektif dan menjadikan kritik sebagai bagian dari proses evaluasi serta pengembangan diri.
Selain itu, kemampuan membangun kerja sama dan beradaptasi menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa. Lingkungan akademik dan kehidupan bermasyarakat menghadirkan berbagai latar belakang, karakter, dan pandangan yang berbeda sehingga mahasiswa perlu mampu berkomunikasi, berkolaborasi, serta menyesuaikan diri dengan perubahan.
Dalam konteks pembentukan karakter, Belmento menegaskan bahwa karakter tidak hanya tercermin dari apa yang seseorang katakan, tetapi juga dari sikap dan tindakan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Berkarakter adalah menjadi pribadi yang utuh dalam sikap dan tindakan yang berlandaskan nilai-nilai luhur,” ujar Belmento.
.jpg)
Menurutnya, karakter yang kuat menjadi landasan penting bagi mahasiswa dalam menjalankan peran, membangun hubungan dengan orang lain, mengambil keputusan, serta menghadapi berbagai tantangan secara bertanggung jawab. Dengan karakter yang baik, kemampuan intelektual dan kepemimpinan mahasiswa dapat diarahkan untuk memberikan manfaat dan dampak positif bagi lingkungan.
Ia juga mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, konsisten terhadap nilai-nilai yang baik, serta berani mengambil keputusan yang benar perlu dibangun sejak mahasiswa agar kelak mampu menjadi pemimpin yang dapat dipercaya.
Melalui materi tersebut, mahasiswa baru UBB diharapkan mampu memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang menjadi orang yang berada di depan, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu menjadi teladan, membangun kolaborasi, menerima masukan, beradaptasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Pembekalan ini sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan melalui pengalaman akademik, organisasi, maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter dan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan hari kedua PKKMB UBB 2026 tersebut sejalan dengan semangat “Bertumbuh dengan Ilmu, Berkarakter melalui Nilai, Berdampak bagi Bangsa”. Melalui rangkaian pembekalan ini, mahasiswa baru diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, inovatif, kolaboratif, adaptif, dan berintegritas serta siap memberikan kontribusi positif bagi kampus, masyarakat, dan bangsa. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM