Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
29 Juli 2026 | 20:46:41 WIB


Di Hadapan 431 Lulusan UBB, Menko Yusril: Ijazah Adalah Investasi Pengetahuan untuk Mengabdi


BANGKA, UBB — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D., menghadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Universitas Bangka Belitung (UBB) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus Terpadu UBB, Rabu (29/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Universitas Bangka Belitung mengukuhkan 431 lulusan dari lima fakultas dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.

Rapat Terbuka Senat dipimpin oleh Ketua Senat Universitas Bangka Belitung, Dr. Aimie Sulaiman, M.A., bersama Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., serta dihadiri anggota senat universitas, jajaran pimpinan UBB, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, mitra kerja sama, orang tua wisudawan, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D. atas kesediaannya menghadiri Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Universitas Bangka Belitung Tahun 2026. Menurutnya, kehadiran Menko Yusril merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika UBB.

"Atas nama pimpinan Universitas Bangka Belitung, kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D., atas kesediaannya hadir pada Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Universitas Bangka Belitung Tahun 2026. Kehadiran Bapak merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi keluarga besar UBB. Kami meyakini orasi ilmiah yang akan Bapak sampaikan akan menjadi bekal yang sangat berharga, memberikan inspirasi dan motivasi kepada para wisudawan untuk terus berkarya, berintegritas, serta mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kemajuan masyarakat, daerah, bangsa, dan negara," ujar Rektor.

Wisuda XXXVII mengukuhkan lulusan dari lima fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 170 lulusan, Fakultas Sains dan Teknik (FST) sebanyak 86 lulusan, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) sebanyak 70 lulusan, Fakultas Hukum (FH) sebanyak 60 lulusan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 45 lulusan.

Dari total lulusan tersebut, 81 wisudawan berhasil meraih predikat cum laude sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang dicapai selama menempuh pendidikan di Universitas Bangka Belitung. Lulusan terbaik tingkat universitas pada Wisuda XXXVII diraih oleh Reinhard Siahaan dari Fakultas Hukum (FH) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98. Sementara itu, lulusan terbaik dari masing-masing fakultas adalah Erika Syafitri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan IPK 3,93, Miftah Fadhilah dari Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) dengan IPK 3,96, Juniarti dari Fakultas Sains dan Teknik (FST) dengan IPK 3,92, serta Riyadus Soleha dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan IPK 3,83.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D., mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah penutup dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai seorang sarjana dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Wisuda bukanlah akhir dari belajar. Wisuda adalah berakhirnya hak Saudara sebagai mahasiswa dan dimulainya tanggung jawab Saudara sebagai sarjana untuk menjawab berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat. Ijazah bukanlah bukti bahwa negara atau siapa pun berutang pekerjaan kepada Saudara. Ijazah adalah bukti dari investasi pengetahuan yang telah Saudara bangun selama menempuh pendidikan, yang pada akhirnya harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat," tegas Prof. Yusril.

Prof. Yusril juga menyoroti perubahan besar yang tengah dihadapi dunia akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, generasi muda saat ini hidup di tengah berbagai peluang yang belum pernah dimiliki generasi sebelumnya, namun pada saat yang sama juga menghadapi tantangan dan ketidakpastian yang semakin kompleks.

"Kita hidup pada zaman yang penuh paradoks. Generasi muda memiliki akses yang begitu luas dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Namun, pada saat yang sama kita menghadapi ketidakpastian yang lebih besar. Pengetahuan berubah begitu cepatnya, jenis-jenis pekerjaan pun dapat hilang tanpa kita duga. Kecerdasan buatan dapat membantu menulis, menghitung, menerjemahkan, merancang, dan menganalisis. Akan tetapi, teknologi tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral manusia," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, para lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki integritas, etika, kepedulian sosial, serta kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Menurutnya, kombinasi antara kompetensi akademik, karakter yang kuat, dan tanggung jawab moral merupakan bekal utama bagi para sarjana untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momen yang membanggakan bagi para lulusan beserta keluarga. Pengukuhan 431 lulusan tersebut menandai keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus menjadi awal perjalanan untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang profesi.

Melalui Wisuda XXXVII Program Sarjana dan Magister Tahun 2026, Universitas Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing global. Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan, inovasi, dan nilai-nilai integritas untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Indonesia. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z