Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
04 Juni 2026 | 08:10:37 WIB
UBB Hadirkan Mirza Adityaswara, Bahas Ekonomi Indonesia di Tengah Perkembangan Global
Bangka, UBB — Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar kuliah umum bertajuk “Ekonomi Indonesia di Tengah Perkembangan Global” dengan menghadirkan Mirza Adityaswara, S.E., M.App.Fin., Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022–2026, sebagai narasumber, Rabu (03/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Betason Kampus, Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UBB, tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika UBB. Turut hadir anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Lembaga instansi keuangan dan juga perbankan di wilayah Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Prof. Devi Valeriani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UBB untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkaya wawasan mahasiswa terhadap isu-isu strategis yang berkembang di tingkat nasional maupun global. Ia berharap kuliah umum ini dapat menjadi wadah bagi peserta untuk memahami dinamika ekonomi global serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.
Dalam pemaparannya, Mirza Adityaswara menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi global saat ini diwarnai berbagai tantangan, mulai dari ketegangan geopolitik, perubahan pola perdagangan internasional, transformasi digital, hingga ketidakpastian pasar keuangan dunia. Kondisi tersebut menuntut setiap negara, termasuk Indonesia, untuk memiliki strategi yang tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Mirza mencontohkan Jepang dan Tiongkok sebagai bukti nyata bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utama dalam kemajuan suatu bangsa. Jepang yang mengalami kehancuran akibat Perang Dunia II mampu bangkit dan berkembang menjadi salah satu negara maju di dunia. Demikian pula Tiongkok yang dalam beberapa dekade terakhir berhasil melakukan transformasi ekonomi secara signifikan.
“Tahun 1970-an, China masih tergolong negara berkembang dengan tingkat kemajuan teknologi yang terbatas. Namun saat ini, China menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Di balik lompatan besar tersebut, kuncinya adalah kualitas sumber daya manusia,” ujar Mirza.
Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai tantangan global. Namun demikian, peningkatan kualitas SDM, penguatan sektor-sektor produktif, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing bangsa di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
“Perubahan global akan terus terjadi. Oleh karena itu, generasi muda harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi agar mampu mengambil peluang dari setiap perubahan yang ada,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan diharapkan tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga mampu melihat berbagai peluang yang muncul dari perkembangan global, termasuk di bidang teknologi, industri kreatif, ekonomi digital, dan kewirausahaan.
Kegiatan kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan terkait prospek ekonomi Indonesia, tantangan dunia kerja, investasi, serta pengembangan sektor ekonomi daerah menjadi topik yang dibahas dalam forum tersebut.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Universitas Bangka Belitung terus berkomitmen menghadirkan tokoh-tokoh nasional yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya guna memperkaya wawasan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai isu-isu ekonomi strategis sekaligus mendorong lahirnya generasi yang adaptif, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM