Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
15 Desember 2025 | 16:45:43 WIB
Luncurkan 5 Program Studi Baru, UBB RESMI MILIKI JURUSAN PENDIDIKAN KEGURUAN

Bangka, UBB-- Universitas Bangka Belitung (UBB) secara resmi melaunching 5 Program Studi baru pada Senin, 15 Desember 2025. Bertempat di Gedung Balai Betason Kampus (BBK), Rektor UBB, Ibrahim, dihadapan ratusan Kepala Sekolah SMA/K/Sederajat menyampaikan profil program studi baru yang akan mulai masuk dalam sistem penerimaan mahasiswa baru tahun 2026. Adapun 5 program studi baru tersebut adalah Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Penambahan Program Studi baru tersebut sekaligus menandai resminya UBB memiliki program studi pada bidang pendidikan dan keguruan. 3 program studi bidang pendidikan dimaksud berada dalam naungan Jurusan Pendidikan, Keguruan, Bahasa, dan Sastra, sementara 2 program studi lainnya berada dalam naungan Jurusan Sosial Politik. Kelimanya akan berada di bawah koordinasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

“Selama ini kami banyak menerima permintaan dan harapan untuk UBB sebagai PTN dapat menyediakan Jurusan Pendidikan dan Keguruan. Kami tentu perlu merespon situasi dimaksud sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi harapan masyarakat di daerah. Kita maklum bahwa kebutuhan pada tenaga pendidik meningkat dan akan terus dibutuhkan. Hanya saja memang butuh proses, kami mulai dengan merekrut dosen dulu, baru mengajukan secara berjenjang”, tutur Ibrahim.
Ia juga mengatakan bahwa UBB akan terus merespon tantangan dan kebutuhan masyarakat, tidak hanya soal variasi pilihan, namun juga soal upaya untuk menambah kuantitas peserta didik. Dibawahnya, UBB akan terus memperkuat layanan kelembagaan, baik mutu, kuantitas, maupun ragam. Ia sendiri menargetkan untuk terus mengidentifikasi peluang-peluang penguatan, termasuk program studi baru lainnya.

Penambahan Program studi baru tersebut menjadikan UBB kini telah memiliki 36 Program Studi yang berada di bawah koordinasi 11 Jurusan dan 6 fakultas. Penambahan variasi Program Studi pilihan akan berkorelasi dengan peningkatan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi (APK-PT) karena target jumlah mahasiswa yang diterima akan semakin meningkat. UBB sendiri pada tahun akademik 2025/2026 memiliki 10.059 mahasiswa yang berasal dari 25 Provinsi. Adapun jumlah mahasiswa baru yang diterima pada tahun 2025 adalah 2.755. Jumlah mahasiswa aktif dan mahasiswa baru yang diterima meningkat lebih kurang 110 % dalam 5 tahun terakhir. Hal ini secara tidak langsung berkontribusi pada upaya untuk mendongkrak APK-PT Babel, dari angka 14,85 % pada tahun 2022, meningkat menjadi 18,19 % pada tahun 2023, dan 20,14 pada tahun 2025.
Adapun Program Studi baru dimaksud mulai dapat dipilih pada penerimaan mahasiswa baru yang akan segera berlangsung tahapannya pada awal 2026. Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri adalah 3 jenis proses masuk UBB sebagai bagian dari PTN. Ia menghimbau agar calon mahasiswa dapat memperhatikan berbagai ketentuan persyaratan, tahapan, dan hal-hal strategis lainnya dalam memilih kampus tujuan. UBB sendiri pada tahun 2025 memiliki peminat yang cukup tinggi, yakni 11.268, sementara yang diterima sebesar 2.755. Keketatan tertinggi dipegang oleh S1 Kedokteran dengan perbandingan 22:1.

Drs. Agus Sugiartono, Ketua PGRI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Kepala SMK Negeri 3 Pangkalpinang, saat ditemui di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), digedung Balai Betason Kampus Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menyampaikan bahwa UBB semakin dewasa dan terus menunjukkan kemajuan dengan membuka lima program studi baru. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata UBB dalam merespons kebutuhan di lapangan, terutama karena program studi keguruan di Bangka Belitung masih tergolong langka. Oleh karena itu, pembukaan program studi tersebut menjadi jawaban yang sangat tepat. Sementara itu, program studi lainnya juga dinilai sangat dibutuhkan, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara itu, Suryadi, M.Pd., Ketua MKKS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Kepala SMA Negeri 3 Pangkalpinang, mengucapkan terima kasih kepada UBB atas dibukanya program studi baru. Menurutnya, pembukaan program studi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia berharap dengan adanya program studi baru, khususnya di bidang kependidikan, anak-anak di Bangka Belitung memiliki lebih banyak kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu, Suryadi juga berharap dapat terjalin kerja sama antara MKKS dan UBB dalam bidang pendidikan serta menyampaikan dukungannya dengan menyatakan “maju terus UBB”.
Di tempat terpisah, saat diwawancarai, Ketua MGBK SMA dan SMK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Windy Garini, S.Pd., yang juga Guru SMK 5 Pangkalpinang menyampaikan apresiasi kepada UBB atas dibukanya 5 program studi baru. Menurutnya, hal tersebut membawa angin segar bagi para siswa karena memberikan lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lokal, khususnya Universitas UBB sebagai perguruan tinggi kebanggaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia juga menyampaikan dukungannya dengan menyatakan “mantap UBB” serta berharap pembukaan program studi baru tersebut dapat membawa keberkahan bagi para siswa, sehingga cita-cita satu keluarga satu sarjana dapat terwujud di provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM