UBB ON The Road
Universitas Bangka Belitung On The Road
UBB On The Road
Universitas Bangka Belitung On The Road
15 Agustus 2024 | 22:10:51 WIB
Mahasiswa Teknik Sipil UBB Ciptakan Simulator "Model Respon Hujan-Aliran pada DAS"

Proses Pembersihan Box Simulator
UBB-- Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menunjukkan inovasinya melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun 2024. Tim yang terdiri dari Muhammad Saman Al Kahfi, Nia Shintia Sari, dan Tianshi Soni Alfonsus Banjar Nahor berhasil merancang sebuah simulator dengan nama “Model Respon Hujan-Aliran pada DAS (Daerah Aliran Sungai)”. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam mempelajari proses hidrologi yang sering kali sulit dipahami jika hanya disampaikan secara teoritis.
Simulator ini dirancang sebagai alat bantu untuk mempelajari fenomena kompleks dari proses hujan menjadi aliran. Proses tersebut melibatkan banyak faktor, baik dari kondisi alamiah maupun dampak aktivitas manusia, yang kerap kali menjadi tantangan dalam pembelajaran teoritis. Dengan adanya simulator ini, diharapkan para mahasiswa dapat lebih mudah memahami konsep hidrologi secara nyata dan aplikatif.
Di bawah bimbingan Dr. Ir. Roby Hambali, S.T., M.Eng., seorang yang memiliki keahlian di bidang hidrologi, simulator ini dibuat dengan komponen utama yang meliputi simulator hujan, tutupan lahan (land cover), dan sistem aliran keluar (outflow). Alat ini juga dilengkapi dengan pompa air, bak penampung, CCTV, dan beaker ukur. Semua komponen tersebut dirancang sedemikian rupa agar mampu mereplikasi proses hidrologi secara komprehensif.

Proses Pembuatan Box Lapisan
Proses kerja simulator ini dimulai dengan pompa yang mengalirkan air dari bak penampungan ke simulator hujan, menciptakan hujan buatan yang jatuh pada kotak land cover. Lapisan permukaan dalam kotak ini disusun dengan variasi kemiringan hingga 15 derajat, yang diatur menggunakan sistem hidraulik sederhana. Variasi ini akan mempengaruhi pola aliran air yang mengalir di atas permukaan, meniru kondisi nyata di lapangan.
Jenis tutupan lahan yang digunakan dalam simulasi ini terdiri dari tiga sampel, yaitu rerumputan, aspal, dan pepohonan. Air yang mengalir melalui lapisan permukaan ini akan ditampung dalam beaker ukur, sehingga data ketinggian dan waktu aliran dapat dianalisis. Hasil simulasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana berbagai kondisi permukaan lahan mempengaruhi aliran air dalam Daerah Aliran Sungai (DAS).

Desain 2D Simulator
Menurut ketua tim, Muhammad Saman Al Kahfi, tujuan utama dari pembuatan simulator ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi hidrologi. “Kami berharap dengan adanya simulator ini, teman-teman dapat lebih memahami bagaimana proses hidrologi bekerja secara praktis dan nyata, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya menjadi teori di atas kertas,” ungkapnya pada Rabu (14/8/24).
Sementara itu, Dr. Roby Hambali, selaku fasilitator, menyatakan bahwa inovasi ini adalah langkah penting dalam pengembangan alat bantu pembelajaran di bidang teknik sipil. “Dengan adanya simulator ini, mahasiswa dapat lebih memahami fenomena hidrologi secara nyata, sehingga proses pembelajaran dapat lebih efektif dan aplikatif,” jelasnya.

Proses Pengeboran Box Simulator
Ke depan, tim ini berencana untuk terus mengembangkan alat simulator ini menjadi lebih canggih dan fungsional. Dengan inovasi ini, diharapkan dapat tercipta metode pembelajaran yang lebih baik dalam memahami fenomena hidrologi, tidak hanya di UBB tetapi juga di institusi pendidikan teknik sipil lainnya. (Tim MBKM)
UBB On The Road
Program Studi Perikanan Tangkap UBB Sukses Gelar Pengabdian Masyarakat di Pulau Semujur dan Pulau Panjang
Pemenuhan HAM Bagi Masyarakat Pantai Romodong yang Terdampak Limbah Tambak Udang
2 Mahasiswi Ilmu Politik UBB Internship Kolaborasi Internasional di POLGOV Research Center Fisipol UGM
Mahasiswa UBB Ikuti Program Magang MBKM di PT Putra Maga Nanditama Bengkulu
Mahasiswi Matematika UBB Ikuti Program Magang MBKM di BPS Kabupaten Bangka
Tiga mahasiswa UBB laksanakan MBKM kewirausahaan dengan merintis usaha churros ubi
Optimalisasi Penggunaan Data dan Implementasi Nyata Pengalaman Magang di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat
UBB dan Pemerintah Manggar Bersinergi Atasi Masalah Anak Putus Sekolah di Belitung Timur
Laksanakan KKN Tematik di Desa Badau, Mahasiswa UBB Fokus pada Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa UBB Dorong Peningkatan Kesejahteraan Keluarga, Peduli Kesehatan dan Pemuda yang Aware dengan Lansia di Desa Kacung
Berita UBB
Sambut Mahasiswa Baru, Universitas Bangka Belitung Gelar PKKMB 2026 Selama Lima Hari
Hafiz 30 Juz Ahmad Rozan Zain Tasri Lolos Kedokteran UBB melalui Seleksi Talenta Unggul Daerah 2026
UBB Resmi Luncurkan International Student Competition ISC 2026 Dorong Inovasi Mahasiswa Dunia Hadapi Tantangan Global
Tim Pengabdian Universitas Bangka Belitung Tingkatkan Kapasitas Pembudidaya melalui Pelatihan Teknologi Maskulinisasi Ikan Nila Menggunakan Hormon 17α-Metiltestosteron
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?