Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
10 Agustus 2026 | 10:35:16 WIB


Rektor UBB Buka PKKMB 2026, Sambut 2905 Mahasiswa Baru dengan Semangat “Bertumbuh, Berkarakter, Berdampak”


BANGKA, UBB — Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 pada Senin (10/8/2026) di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk. Sebanyak 2.905 mahasiswa baru diterima UBB pada tahun akademik 2026/2027, dengan 2.849 mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan PKKMB.

Mengusung tema “Bertumbuh, Berkarakter, Berdampak”, PKKMB 2026 menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan akademik, membangun karakter, dan mengembangkan potensi untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Pembukaan PKKMB 2026 dilakukan secara resmi oleh Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa baru dari berbagai latar belakang menjadi energi baru bagi UBB. Ia mengajak mahasiswa menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum untuk menyusun strategi, membangun rencana, dan menetapkan target dalam meraih keberhasilan.

“Sebanyak 2.905 mahasiswa, yang terdiri atas mahasiswa Diploma Tiga, Sarjana, Magister, dan mahasiswa asing, akan memulai era baru, mimpi baru, semangat baru, dan energi baru. Hari ini menjadi penanda transformasi dari masa putih abu-abu menjadi mahasiswa yang mengenakan jas almamater biru,” ujar Prof. Dr. Ibrahim.

Menurutnya, para mahasiswa baru datang dari berbagai latar belakang, daerah, serta membawa cita-cita dan mimpi masing-masing. Namun, seluruh perbedaan tersebut dipersatukan oleh identitas dan semangat yang sama sebagai mahasiswa UBB.

“Adik-adik datang dari berbagai latar belakang, asal wilayah, dengan berbagai cita-cita dan mimpi. Semua itu kemudian dijahit oleh satu korsa yang sama, yaitu mahasiswa Universitas Bangka Belitung. Adik-adik membawa misi besar dari keluarga dan mimpi untuk berdaya serta meraih masa depan terbaik,” katanya.

Karena itu, Rektor berpesan agar mahasiswa baru mulai menyusun strategi, rencana, dan target selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Menurutnya, perubahan zaman menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi dan terus mengembangkan kapasitas diri.

“Dunia semakin berubah. Karena itu, kita harus mampu menyesuaikan diri, menjadi cerdas, kreatif, dan inovatif agar kelak adik-adik semua menjadi pemenang dalam kompetisi kehidupan,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, kehidupan perguruan tinggi memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, baik melalui kegiatan akademik maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan. Karena itu, mahasiswa baru didorong tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman, memperluas jejaring, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, membangun kolaborasi, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ketua PKKMB UBB Tahun 2026, Prof. Dr. Devi Valeriani, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 2.905 mahasiswa baru diterima UBB pada tahun akademik 2026/2027. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.849 mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan PKKMB 2026.

“PKKMB tahun ini diikuti oleh 2.849 peserta dari total 2.905 mahasiswa baru UBB. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari, terdiri atas tiga hari di tingkat universitas dan dua hari di tingkat fakultas dan program studi,” ujar Devi.

Devi menjelaskan, pelaksanaan PKKMB 2026 didukung oleh 34 fasilitator dosen dan 126 co-fasilitator mahasiswa. Selain itu, terdapat 53 panitia yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan, serta 80 mahasiswa penunjang.

Para mahasiswa penunjang turut mendukung berbagai rangkaian kegiatan, termasuk keterlibatan dalam marching band, talent, dan parade.

Menurut Devi, pelaksanaan PKKMB dalam dua tingkatan tersebut dirancang agar mahasiswa baru memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kehidupan kampus. Pada tingkat universitas, mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan, sistem, layanan, serta berbagai aspek kehidupan akademik dan kemahasiswaan UBB. Sementara pada tingkat fakultas dan program studi, mahasiswa mendapatkan pengenalan yang lebih spesifik terkait lingkungan akademik dan bidang keilmuan yang akan mereka tempuh.

“Tema yang kita angkat adalah bertumbuh dengan ilmu, berkarakter melalui nilai, dan berdampak bagi bangsa,” kata Devi.

Ia menjelaskan, tema tersebut menjadi landasan pelaksanaan PKKMB agar mahasiswa memahami bahwa perjalanan di perguruan tinggi bukan semata-mata untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi proses membangun karakter dan menumbuhkan kesadaran untuk memberikan manfaat melalui ilmu yang dimiliki.

Melalui PKKMB, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan kampus, mulai dari sistem akademik, layanan kemahasiswaan, fasilitas kampus, organisasi mahasiswa, hingga nilai-nilai dan budaya akademik yang berlaku di UBB.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami hak dan kewajiban sebagai insan akademik sekaligus mengenal berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia selama menempuh pendidikan di UBB.

Semangat “bertumbuh dengan ilmu” menekankan pentingnya proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas diri. Sementara “berkarakter melalui nilai” menjadi landasan bagi mahasiswa untuk membangun integritas, tanggung jawab, dan etika. Adapun “berdampak bagi bangsa” menjadi dorongan agar ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh selama berada di UBB dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Kehadiran 2.905 mahasiswa baru menjadi bagian penting dari keberlanjutan UBB dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian sosial.

Rektor UBB berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa studi dengan sebaik-baiknya untuk belajar, mengembangkan potensi, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, membangun jejaring, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Jadikan UBB sebagai tempat untuk bertumbuh, membangun karakter, dan mempersiapkan diri agar kelak mampu memberikan dampak yang nyata. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada, karena perjalanan menjadi mahasiswa adalah bagian penting dalam mempersiapkan masa depan,” pungkasnya.

PKKMB 2026 menjadi langkah awal perjalanan akademik 2.905 mahasiswa baru UBB. Dengan semangat bertumbuh dengan ilmu, berkarakter melalui nilai, dan berdampak bagi bangsa, mahasiswa diharapkan mampu menjalani proses pendidikan dengan penuh tanggung jawab serta tumbuh menjadi generasi yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z